Langsung ke konten utama

Postingan

Bagaimana cara mendapatkan beasiswa LPDP? (Cerita persiapan wawancara beasiswa LPDP)

Halo teman-teman! Setelah 6 bulan tinggal di negeri Ratu Elizabeth, baru lagi dapat kesempatan untuk update soal cerita beasiswa. Harap maklum proses  settlement  ternyata tidak segampang yang dibayangkan. Eitsss tapi soal cerita hidup di Inggris, akan ada postingannya khusus. Kali ini saya akan cerita tentang proses saya akhirnya mendapatkan beasiswa LDPD. Di beberapa postingan sebelumnya saya sudah sedikit cerita tentang apa yang harus di persiakan berdasarkan pengalaman saya ( Kuliah Di Luar Negeri ,  Personal statement , dan  LoA ). Memang ada beberapa perubahan dalam proses penerimaan beasiswa LPDP tapi kalau jodoh pasti tak kemana, *eh, hahaha. Intinya tetap semangat yah teman-teman, berusaha sambal berdoa juga :) Baiklah. Langsung saja. Setelah mendapatkan LoA, maka tentu saja kita harus mengejar beasiswa buat bayarin kita kuliah, hehe. Saat pendaftaran beasiswa LPDP, ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Ini bisa dilihat di  website beasisw...

Merangkai jejak (cerpen bagian 3)

Apakah hidup itu cerita yang terus bersambung? Seperti sebuah film yang konfliknya tak pernah berhenti, sambung menyambung, dan tak usai-usai? Ataukah hidup itu perjalanan, dimana jauh sebelum itu Tuhan telah menetapkan siapakah mereka yang akan tetap di sisimu untuk sementara waktu dan siapa yang lebih dulu meninggalkanmu dengan alasan apapun itu. Melamun aku. Pertanyaan demi pertanyaan melintas dalam benakku. Bagaimana kah perjalananku nanti. Akankah aku bertemu orang-orang baik dan menjadi lebih baik atau sebaliknya. Pertanyaan-pertanyaan sulit nan dramatis itu lalu lalang melintas dengan tidak sopannya di otakku. Iya tidak sopan, karena entah dari mana mereka muncul. Tanpa permisi begitu saja muncul. Entah dari mana. Penerbangan kurang lebih tiga jam dari Kendari – Makassar – Jakarta akhirnya terisi dengan lamunan-lamunan tak jelas. “Eka, perjalanan ke Inggris masih lebih jauh, kamu harus tetap berpikir positif, kamu pasti bisa” hiburku dalam hati. Jujur saja, tak pe...

Merangkai Jejak (cerpen bagian 2)

Balas dendam terbaik adalah dengan kesuksesan, itulah caraku. Karena tak bisa aku mengeluh atas segala keterbatasanku, karena rasanya tak pantas marah atas apa yang tak seharusnya aku miliki. Jika memang aku juga akan lanjut studi, jika memang tuhan punya rencana untukku, pasti akan tiba waktunya. "kunyuk, aku berangkat yah" pesan whatsapp terkirim. Dibaca. Mengetik. "hati-hati yah" Si Kunyuk membalas. Si Kunyuk ini makhluk anomali yang paling tidak bisa ditebak. Kadang cerah ceria seperti matahari pagi, kadang dingin menusuk seperti hembusan angin tengah malam, kadang damai menenangkan seperti ceramah subuh di radio yang selalu bapakku dengarkan. Intinya dia manusia aneh. Mungkin dia punya spesis tersendiri. Sejenis golongan manusia-manusia unik yang bikin harimu bisa kacau tak karuan. *** dua tahun lalu*** Dua pesan diterima. Ku cek hp setelah jam mengajarku berakhir jam 9 malam. Ku ambil hp, tas, bergegas pulang. Lelah 2 jam berdiri di atas high ...

Merangkai Jejak (cerpen bagian 1)

Hufff.... Membuang napas. Sendiri, aku duduk di jejeran bangku panjang. Brr... HP berdering. Bapak memanggil. "Iya pak, lagi tunggu pesawat berangkat" "Bapak dan adik-adik tunggu hingga pesawatnya berangkat, baru kami pulang ke rumah" "OK, mungkin 5 menit lagi. Setelah ini hpku mati yah. Nanti aku telepon lagi setelah sampai di Jakarta" "Iya, jangan lupa berzikir yah di pesawat. Selalu berdoa" "Iya pak. Aku tutup yah. Assalamualaikum" "Wa alaikum salam". Menoleh aku ke kiri. Di sepinya ruang tunggu bandara. Seperti ada bayangan almarhumah ibu duduk di sampingku. Tersenyum. Sepertinya. Khawatir juga dalam raut wajahnya. Anak gadisnya akan berangkat ke tanah Eropa. Dalam bayangku, ibu begitu jelas. Segar wajahnya. Tak ada perih. Tak ada sakit yang ia rasakan. Hanya sedikit khawatir bercampur bahagia dan doa. ***empat tahun lalu*** Tersentak aku terbangun di tengah malam itu. Sekitar jam 10 malam. ...

LoA, Jembatan Menuju Beasiswa

Halooooo..... Apa kabar teman-teman dimanapun berada. :D Waktu baru menunjukan pukul 4.30 am (waktu Exeter, UK) saat saya memulai tulisan ini, entah jam berapa di kampung halaman saya, hiks hiks *mulai homesick/cengeng banget sih, wkwkwk, Berhubung perkuliahan belum benar-benar dimulai, saya rasa ini waktu yang tepat untuk membagikan sedikit cerita tentang apa yang terjadi saat kita ingin SERIUSS kuliah di luar negeri. Harus serius loh, karena perjalanan untuk menuju "ke sana" sangat panjang dan berliku, serius deh. Beberapa orang mungkin menghabiskan setahun persiapan, mungkin kurang, tapi dari yang saya lihat dan alami, 1 tahun lebih (banyak lebihnya) untuk mewujudkannya. Saya sendiri mulai "bergerak" memburu kesempatan kuliah di luar negeri pada bulan Maret 2015 dan akhirnya bisa berangkat pada bulan September 2016. Jadiiiii yah hitung sendirilah, lama kan? Tapi jangan karena lama lantas menyerah, jangan karena susah lantas putus asa. Kalau orang lain ...

Personal Statement!!! I'm coming...

Halo semuanya!!! Kabar gembira untuk anda semua *ini bukan iklan lohh. Dalam tulisan kali ini saya akan sedikit berbagi tentang berkas-berkas yang kamu butuhkan saat ingin berburu LOA, surat sakti tanda diterima di universitas di luar negeri. Dibacanya dengan hati yah, biar setresssnya dapet, hehehe. Tapi jangan sampai "baper" yah (pengalaman pribadi dulu baper cari LOA ) karena walaupun terlihat susah tapi insyaAllah adaaa jalaannn hooo... loh kok nyanyi, *maapin yoo. Intinya kalau kita berhenti berusaha (dibaca:menyerah) maka selesailah semuanya. Here we go. Sekarang saya sudah tiba di Exeter, Devon, UK. Masih pusing pengaruh kelamaan di pesawat tapi mumpung masih ada waktu berleha-leha makanya dimanfaatkan . Di postingan sebelumnya, saya janji untuk share tentang personal statement (surat ini jadi salah satu pertimbangan kampus dalam menerima mahasiswanya). Jadi kalau teman-teman ingin lanjut di luar negeri, harus bisa buat personal statemnt sendiri dalam bahas...

Kuliah Di Luar Negeri (Mimpi yang diusahakan dengan mata terbuka)

Halo semua! Perkenalkan nama saya Sukmawati. Biasa dipanggil Sukma (ada beberapa nama panggilan lain tapi ga penting untuk dibahas,wkwkwk). Ini postingan pertama saya di blog ini (sebenarnya postingan ini adalah nazar yang saya buat kalau saya bisa sampai lulus beasiswa LPDP ^_^ agar semakin banyak anak muda dari daerah bisa melanjutkan studi hingga ke luar negeri). Saat ini saya sedang menunggu keberangkatan untuk studi Master of Education in Teaching English to Speakers of Other Languages (M.Ed. TESOL) di University of Exeter, UK, InsyaAllah lusa 9 September 2016. Alhamdulillah. Kalau ada yang bilang, studi ke luar negeri itu butuh modal awal uang yang buaanyyakk dan otak yang encerrrr, kalau saya lebih percaya kalau yang dibutuhkan paling utama adalah niat yang tak redup dan usaha yang tak putus asa. Terdengar lebay tapi dari yang saya alami seperti itu. Orang lain mungkin punya cerita berbeda. Saya harus menunggu 3 tahun untuk bekerja dan bersabar karena keadaan keluarga ya...